• Paduan Suara
  • Welcome
  • Guru

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 KUTOREJO | Sekolah Kewirausahaan - Sekolah Adiwiyata - Sekolah Model

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 KUTOREJO

NPSN : 20502723

Jl.Lapangan No.02 Kutorejo Kab.Mojokerto 61383


info@sman1kutorejo.sch.id

TLP : 0321(511232)


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 68314
Pengunjung : 15193
Hari ini : 13
Hits hari ini : 120
Member Online : 0
IP : 54.161.40.41
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

MEDSOS MEMBUAT ORANG KESEPIAN




MEDIA SOSIAL MEMBUAT ORANG KESEPIAN

Media sosial didesain untuk membuat penggunanya terhubung satu sama lain tanpa harus bertemu secara langsung. Tetapi sebuah studi mendapati temuan yang justru sebaliknya. Media sosial membuat penggunanya merasa semakin sendiri dan kesepian.

Menurut psikolog, semakin banyak orang menghabiskan waktu dengan media sosial, semakin besar pula kemungkinan mereka terpisah dari dunia nyata.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine, para peneliti dari Amerika Serikat menemukan orang yang biasa menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari berselancar di dunia maya, berartia ia melipatgandakan peluang rasa terisolasinya.

Dilansir dari Sky News, riset ini dilakukan pada 2014 di mana mereka bertanya pada 1.787 orang berumur 19-32 tahun tentang penggunaan media sosial populer seperti Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Snapchat, Reddit, Tumblr, Pintrest, Vine dan LinkedIn.

Para peneliti menemukan, mereka yang megunjungi berbagaimacam situs 58 kali atau lebih dalam satu minggu, tiga kali lebih beresiko mengalami kesepian daripada mereka yang mengunjungi situs-situs media sosial kurang dari 9 kali per minggu.

Kepala peneliti, Profesor Brian Primack dari School of Medicine, Universitas Pittsburgh mengatakan masalah kesehatan mental dan isolasi sosial sudah berada di tahapan epidemi di kalangan orang muda.

“Kita pada dasarnya adalah makhluk sosial, tetapi kehidupan modern cenderung mengkotak-kotakkan kita daripada membuat kita bersama,” katanya.

Menurut Brian, media sosial kerap dianggap memberikan kesempatan untuk mengisi kekosongan sosial itu.

“Saya pikir studi ini menyarankan bahwa media sosial mungkin bukan solusi yang diharapkan orang,” imbuhnya.

Profesor pediatri di Universitas Pittsburgh sekaligus penulis lain dalam studi ini, Elizabeth Miller, berkata tidak ada yang tahu pasti mana yang ada terlebih dahulu, penggunaan media sosial atau isolasi sosial.

“Tapi jika dorongan untuk online adalah rasa kesepian, media sosial tidak hadir untuk mengatasi rasa terisolasi itu,” katanya.

Tim peneliti menjelaskan ada banyak alasan untuk hal ini. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk online, maka semakin sedikit waktu tersisa untuk berinteraksi di dunia nyata.

Selain itu, melihat aspek tertentu dari kehidupan orang lain bisa memicu rasa iri dan menimbulkan keyakinan bahwa seseorang mengalami hidup yang mengecewakan dan suram dibanding yang lain.

Primack menambahkan bahwa ia tidak ragu jika beberapa orang menggunakan berbagai platform dengan cara tertentu untuk menemukan kenyamanan dan hubungan sosial melalui relasi di media sosial.

“Bagaimanapun, hasil studi ini secara sederhana mengingatkan kita bahwa, secara keseluruhan, penggunaan media sosial cenderung diasosiasikan dengan peningkatan isolasi sosial, bukan penurunannya,” kata Primack




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas