• Paduan Suara
  • WISUDA 2018
  • Guru
  • WELCOM SISWA 2018

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 KUTOREJO | Sekolah Kewirausahaan - Sekolah Adiwiyata - Sekolah Model

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 KUTOREJO

NPSN : 20502723

Jl.Lapangan No.02 Kutorejo Kab.Mojokerto 61383


info@sman1kutorejo.sch.id

TLP : 0321(511232)


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 94508
Pengunjung : 17720
Hari ini : 7
Hits hari ini : 34
Member Online : 0
IP : 52.55.177.115
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Sejarah Pramuka




Sejarah Pramuka Dunia Dan Pramuka Ind0nesia

Dewan Ambalam Pattimura Dan Dewi Sartika

 

 

 

 

  • Sejarah Pramuka di Dunia

        Kata "pramuka" hanya dipakai di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebut Scout Movement atau Scouting ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara mental, spiritual dan fisik. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25-7-1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya melaksanakan perkemahan pramuka selama 8 hari di pulau Brown Sea, Inggris. perkemahan tersebut ia adakan sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea. kemudian pada tahun 1908 Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan dengan judul pramuka untuk laki-laki (Scouting for Boys).

 

 

 

Lord Robert Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia

 

            Pada tahun 1912 dengan bantuan Agnes (adik perempuannya) maka terbentuklah organisasi pramuka untuk wanita dengan nama "Girls Guides” (PENGGALANG PUTRI). Kemudian pada 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala/ SIAGA PRAMUKA). Pedoman kegiatan yang dilakukannya merujuk pada sebuah buku karangan Rudyard Kipling dengan judul "The Jungle Book".

            Pada tahun 1918 Powell kembali membentuk Rover Scout (pramuka penegak), yaitu organisasi pramuka yang ditujukan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. empat tahun kemudian tepatnya tahun 1922 Powel menerbitkan buku dengan judul "Rovering To Succes" (berhasil untuk sukses).

Jambore Dunia

Tahun 1920 adalah tahun yang sangat krusial pada sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di laksanakan Jambore di dunia. Selain itu pada tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang memiliki anggota 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro Pramuka Putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Arab, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik. sedangkan Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Filipina, Nigeria, Mesir, Swiss dan Costa Rica.

 

Jambore Dunia pertama di adakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan itu diundang peserta dari 27 Negara dan pada jambore pertama Lord Robert Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World (Bapak Pandu Sedunia).

 

Pelaksanaan Jambore dunia:

  • Jambore ke I Tahun 1924 di Olympia Hall, London.
  • Jambore ke II Tahun 1924 di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
  • Jambore ke III Tahun 1929 di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
  • Jambore ke IV Tahun 1933 di Budapest, Hongaria
  • Jambore ke V Tahun 1937 di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
  • Jambore ke VI Tahun 1947 di Moisson, Prancis
  • Jambore ke VII Tahun 1951 di Salz Kamergaut, Austria
  • Jambore ke VIII Tahun 1955 di Sutton coldfild, Inggris
  • Jambore ke IX Tahun 1959 di Makiling, Philipina
  • Jambore ke X Tahun 1963 di Marathon, Yunani
  • Jambore ke XI Tahun 1967 di Idaho, Amerika Serikat
  • Jambore ke XII Tahun 1971 di Asagiri, Jepang
  • Jambore ke XIII Tahun 1975 di Lillehammer, Norwegia
  • Jambore ke XIV Tahun 1979 di Neishaboor, Iran (dibatalkan)
  • Jambore ke XV Tahun 1983 di Kananaskis, Alberta, Kanada
  • Jambore ke XVI Tahun 1987 di Cataract Scout Park, Australia
  • Jambore ke XVII Tahun 1991 di Korea Selatan
  • Jambore ke XVIII Tahun 1995 di Belanda
  • Jambore ke XIX Tahun 1999 di Chili, Amerika Serikat
  • Jambore ke XX Tahun 2003 di Thailand
  • Jambore ke XXI Tahun 2007 di Taman Hylands, Chelmsford, Essex, Inggris
  • Jambore ke XXII Tahun 2011 di Rinkaby, Kristianstad, Scania, Swedia
  • Jambore ke XXIII Tahun 2015 di Pantai Kirara, Yamaguchi, Jepang
  • Jambore ke XXIV Tahun 2019 di The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, Amerika Serikat
  • Sejarah Pramuka Indonesia

Scouting di kenal di Indonesia dengan istilah Kepramukaan. Melalui buku "Scouting for Boy" Kepramukaan berkembang di Indonesia. kemudian Pada dekade 1950-1960 organisasi Kepramukaan tumbuh pesat baik jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi Kepramukaan yang berafiliasi pada parpol, yang tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar Kepramukaan.

 

Memperhatikan keadaan yang demikian dan atas dorongan para tokoh Kepramukaan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Bung Karno (Presiden RI saat itu) selaku mandataris MPRS pada tanggal 9-3-1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Bung Karno merasa berkewajiban menjalankan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan (Kepramukaan) sebagai salah satu komponen bangsa yang berguna dalam mendorong pembangunan negara.

 

Maka dari itu Soekarno menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan (Kepramukaan) di Indonesia dan menggabungkannya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dengan nama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tanggung jawab menjalankan pendidikan kepanduan kepada pemuda serta anak-anak Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk atas KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20-5-1961.

 

 

gambar pramuka penggalang putra

 

Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 tahun 1961, tapi secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada publik pada tanggal 14-8-1961 sesaat setelah Presiden RI menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan KEPPRES Nomor 448 Tahun 1961. Sejak saat itu maka 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

 

 

gambar pramuka penggalang putri

 

Seiring Jalannya waktu perkembangan Gerakan Pramuka mengalami naik turun, karena gerakan ini tidak dianggap pentingnya oleh kaum muda. Menindak lanjuti hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45, Presiden SBY mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Implementasi Revitalisasi Gerakan Pramuka antara lain adalah dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka, yang sudah menghasilkan terbitnya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. 

 

Fungsi Gerakan Pramuka di Indonesia


            Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
 1. Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
            Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.

 2. Pengabdian bagi orang dewasa
            Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
 3. Alat bagi masyarakat dan organisasi
            Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Tujuan Pramuka

            Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
• Anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
• Anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
• Anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
• Anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

 

Keanggotaan Pramuka

 

            Anggota Gerakan Pramuka terdiri atas Anggota Dewasa dan Anggota Muda. Anggota Muda merupakan Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:

  • Golongan Siaga adalah anggota yang berumur 7 - 10 tahun
  • Golongan Penggalang adalah anggota yang berumur 11 - 15 tahun
  • Golongan Penegak adalah anggota yang berumur 16 - 20 tahun
  • Golongan Pandega adalah anggota yang berumur 21 - 25 tahun

 

Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri dari:

  • Instruktur Saka
  • Pamong Saka
  • Pembantu Pembina
  • Pelatih Pembina
  • Pembina Pramuka
  • Tenaga Pendidikan

 

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas